Selasa, 02 Juli 2013

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN (TULISAN IBD)

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN (Tulisan)

Manusia dan kebudayaan tidak bisa di pisahkan karena di mana manusia itu hidup dan menetap dapat di pastikan manusia akan hidup sesuai dengan kebudayaan yang ada di daerah yang di tinggalinya. Manusia yang merupakan makhluk sosial yang berinteraksi satu sama lain dan mengadakan suatu kebiasaan-kebiasaan dengan komunitasnya yang terus mereka kembangankan dan lestarikan secara turun temurun sehingga kebiasaan-kebiasaan itu sudah menjadi suatu warisan dari generasi sebelumnya dan akan terus berkembang selama genrasi-generasi selanjutnya tetap menjaga dan melestarikan kebudayaan. Kebudayaan yang dimiliki seseorang berbeda-beda di sebabkan karena mereka memiliki komunitas tersendiri di wilayahnya sehingga apabila kita amati manusia di belahan dunia manapun memiliki kebudayaannya masing-masing tak terkecuali di indonesia yang memiliki banyak keberagaman budaya. Perbedaan kebudayaan ini sangatlah wajar karna perbedaan yang dimiliki seperti faktor Lingkungan, faktor alam, manusia itu sendiri dan berbagai faktor lainnya yang menimbulkan Keberagaman budaya tersebut. Kebudayaan ini terbentuk disebabkan karena manusia di hadapkan pada suatu persoalan yang meminta pemecahan suatu masalah, sehingga dalam rangka usahanya itu maka manusia harus bisa memenuhi apa yang menjadi kebutuhannya sehingga manusia melakukan berbagai cara. Nah hal-hal yang dilakukan oleh manusia inilah yang menjadi kebudayaan. Orang Indonesia dalam hal kebudayaan saat ini mengalami berbagai masalah dan halangan untuk menerima serbuan kebudayaan asing yang masuk lewat Globalisasi. Dalam hal ini teknlogi informasi dan komunikasi yang masuk ke Indonedia turut merobah cara kebudayaan Indonesia tersebut baik itu kebudayaan nasional maupun kebudayaan murni yang ada di setiap daerah di Indonesia. Dalam hal ini sering terlihat ketidakmampuan manusia di Indonesia untuk beradaptasi dengan baik terhadap kebudayaan asing sehingga melahirkan perilaku yang cenderung ke Barat-baratan.

Bukti nyatanya adalah banyak pemuda kita keluar-masuk pub, diskotik dan tempat hiburan malam lainnya berikut dengan berbagai perilaku menyimpang yang menyertainya dan sering melahirkan komunitas tersendiri terutama di kota-kota besar dan metropolitan. Dalam hal ini terjadinya berbagai kasus penyimpangan seperti penyalah gunaan zat adiktif, berbagai bentuk kategori pelacuran dan western lainnya tak lepas dari ketidak mampuan manusia Indonesia dalam beradaptasi sehingga masih bersikap ‘conform’ dan ‘latah’ terhadap kebudayaan asing yang melenyapkan inovasi dalam beradaptasi dengan budaya asing sehingga melahirkan bentuk akulturasi.

Jika diamati hal ini dikarenakan ciri-ciri manusia Indonesia lama yang masih melekat seperti percaya mitos dan mistik, sikap suka berpura-pura, percaya takhyul yang dimodifikasi, konsumerisme, suka meniru, rendahnya etos kerja dan lain sebagainya bisa jadi mengakibatkan terhambatnya akulturasi (percampuran dua/lebih kebudayaan yang dalam percampurannya masing-masing unsurnya lebih tampak). Sikap etnosentrime (kecenderungan setiap kelompok untuk percaya begitu saja akan superioritas kebudayaannya sendiri) dan sikap senosentrisme (sikap yang lebih menyenangi produk asing) merupakan hal selanjutnya yang dapat menghambat terwujudnya kebudayaan nasional untuk kemajuan bangsa dan negara. Sepertinya, sudah saatnya manusia Indonesia berikut dengan berbagai kebudayaan daerahnya yang ada melakukan suatu bentuk adaptasi yang sifatnya inovasi/pembaruan dengan budaya Barat/asing seperti dalam hal kesenian dimana instrumen musik tradisional dipadukan dengan instrumen modern seperti alat-alat band dengan teknologi komputernya maupun perawatan berbagai benda kebudayaan dengan teknologi asing yang ada sehingga akulturasi dapat diwujudkan.

Dalam pengertian lain, manusia dan kebudayaan adalah satu hal yang tidak bisa di pisahkan karena di mana manusia itu hidup dan menetap dapat di pastikan manusia akan hidup sesuai dengan kebudayaan yang ada di daerah yang di tinggalinya. Manusia yang merupakan makhluk sosial yang berinteraksi satu sama lain dan mengadakan suatu kebiasaan-kebiasaan dengan komunitasnya yang terus mereka kembangankan dan lestarikan secara turun temurun sehingga kebiasaan-kebiasaan itu sudah menjadi suatu warisan dari generasi sebelumnya dan akan terus berkembang selama generasi-generasi selanjutnya tetap menjaga dan melestarikan kebudayaan tersebut. Setiap manusia memiliki kebudayaan yang berbeda-beda itu di sebabkan mereka memiliki komunitas tersendiri di wilayahnya sehingga apabila kita amati manusia di belahan dunia manapun memiliki kebudayaannya masing-masing tak terkecuali di indonesia yang memiliki banyak keberagaman budaya. Perbedaan kebudayaan ini sangatlah wajar karna perbedaan yang dimiliki seperti faktor Lingkungan, faktor alam, manusia itu sendiri dan berbagai faktor lainnya yang menimbulkan Keberagaman budaya tersebut.
Hakikat manusia dalam melestarikan dan menjaga kebudayaan adalah suatu keharusan agar tidak terpengaruh oleh kebudayaan lainnya. Kita harus menjaga keaslian budaya kita karena kebudayaan tersebut merupakan warisan dari nenek moyang kita dahulu. Namun akhir-akhir ini, kita pasti sudah tahu kalau banyak dari kebudayaan di negara kita telah terpengaruh oleh kebudayaan luar, khususnya kebudayaan barat. Ini merupakan efek dari arus globalisasi yang sangat kuat sehingga banyak kebudayaan-kebudayaan dari luar yang bebas keluar masuk ke dalam Negara ini sehingga kebudayaan kita sedikit ‘terpengaruh’ oleh kebudayaan luar, khususnya kebudayaan barat. Ini merupakan kelalaian masyarakat sekarang yang tidak mampu menjaga keaslian budaya yang merupakan warisan dari nenek moyang kita terdahulu.


Maka dari  itu sudah sepantasnya kita melestarikan kebudayaan di negara kita ini. Jangan sampai terpengaruh oleh kebudayaan luar. Memang banyak orang mengatakan bahwa kebudayaan luar, terutama kebudayaan barat, itu budaya yang serba gaul. Namun yang harus kita pahami dan sadari bahwa kebudayaan kita itu jauh lebih bernilai, apalagi yang masih terjaga keasliannya. Makan janganlah kita campur-adukkan kebudayaan kita dengan kebudayaan luar.

TUJUAN TENTANG ILMU BUDAYA DASAR (TULISAN IBD)

TUJUAN TENTANG ILMU BUDAYA DASAR (Tulisan)

IBD (Ilmu Budaya Dasar) merupakan ilmu yang diharapkan untuk dapat memberikan pembelajaran dasar dan pengertian konsep-konsep untuk menyelesaikan masalah manusia dan kebudayaan.IBD ilmu yang sudah ada di dalam kehidupan kita,baik itu secara individual,kelarga,ataupun di masyarakat luas. Di dalam kehidupan sehari-hari  penerapanya sangatlah kurang diakibatkan kita kurang menyadari atau tidak mengerti  tentang itu. Ilmu budaya dasar bisa dikatakan sebagai suatu jalan atau arah pikiran untuk bertindak dalam memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani. Ilmu budaya dasar memiliki kecendrungan dengan basic humanities. Humanities berasal dari kata latin humanus yang artinya manusiawi, berbudaya, dan halus. Kebudayaan adalah sesuatu yang dapat mempengaruhi tingkat pengetahuan yang ada di dalam fikiran manusia dalam kehidupan sehari-hari.  Namun disisi lain kebudayaan dapat juga kita rasakan dan nikmati oleh panca indra kita seperti ; lagu, tari, dan bahasa merupakan salah satu bentuk dari kebudayaan yang dapat kita rasakan.

Kita harusnya menyadari ilmu budaya dasar yang selalu saja kita temui dalam kehidupan sehari-hari  di keluarga, di kampus ataupun di masyarakat luas. Kita seharusnya menerapkan budaya dasar dalam kehidupan sehari-hari untuk menciptakan masyarakat yang harmonis.
Ilmu budaya dasar mempunyai  tujuan-tujuan dan ruang lingkup yaitu untuk mencari dan memahami dari kenyataan yang bersifat manusiawi, mengembangkan kepribadian mahasiswa atau masyarakat dengan cara memperluas wawasan terhadap masalah budaya,dan juga dapat memberi pengetahuan entang aspek-aspek budaya untuk semua masyarakat.

Ruang lingkup  ilmu budaya dasar adalah berbagai aspek kehidupan yang mengungkap  masalah-masalah  kemanusiaan dan budaya baik dari segi keahlian, dan kedisiplinan dalam ilmu pengetahuan. Hal ini diperlukan untuk meningkatkan mutu sistem pendidikan kita, salah satunya pada tingkat perguruan tinggi dan juga bermanfaat untuk memperbaiki ruang lingkup manusia-manusia yang spesialis agar lebih berpandangan luas. Kegunaan mata kuliah ini diharapkan agar interelasi antara intelektuil kita lebih sering dengan akibat yang positif bagi pembangunan negara kita pada umumnya dan perbaikan pendidikan pada khususnya.

Dan juga mata kuliah ini diharapkan agar dapat menjadi semacam lingua franca bagi para akademis dari berbagai lapangan ilmiah. Jadi, dengan mempelajari mata kuliah ini diharapkan para akademis dapat lebih lancar berkomunikasi sehingga akan memperlancar pula pelaksanaan pembangunan dalam berbagai bidang yang ditangani oleh para cendikiawan dari berbagai lapangan keahlian itu. Dengan mendapat mata kuliah Ilmu Budaya Dasar, manusia diharapkan nantinya mempunyai latar belakang pengetahuan yang cukup luas tentang kebudayaan Indonesia pada umumnya dan menimbulkan minat untuk mengembangkan kebudayaan dengan kreatif sndiri pada khususnya. Jadi, secara singkat dapat dikatakan bahwa setelah mendapat mata kuliah ini manusia diharapkan memperlihatkan Minat dan kebiasaan menyelidiki apa-apa yang ada di sekitarnya dan di luar lingkungannya, menelaah apa yang dikerjakannya sendiri dan mengapa.

Kesadaran akan pola-pola nilai yang dianutnya dan bagaimana hubungan nilai-nilai dengan cara hidupnya sendiri-sendiri.Keberanian moral untuk mempertahankan nilai-nilai yang dirasanya telah dapat diterimanya dengan penuh tanggung jawab.Latar belakang IBD dalam konteks budaya, negara, dan masyarakat Indonesia, berkaitan dengan permasalahan diantaranya adalah Kenyataan bahwa bangsa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa dengan segala keanekaragaman budaya yang tercermin yang biasanya tidak lepas dari ikatan-ikatan primordial, kesukuan, dan kedaerahan.

Proses pembangunan yang sedang berlangsung dan terus-menerus menimbulkan dampak positif dan negatif berupa terjadinya perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusia pun terkena pengaruhnya, antara lai n timbul konflik dalam kehidupan. Kemajuan IPTEK menimbulkan perubahan kondisi kehidupan manusia, menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yang telah diciptakannya. Adapun dampak negatif teknologi yaitu manusia akan menjadi resah dan gelisah. Mata kuliah IBD bertujuan untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran dan kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya. Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut, IBD diharapakan dapat Mengusahakan penanganan kepekaan mahasiswa tehadap lingkungan budaya. Memberi kesempatan pada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemanusiaan dan budaya, serta mengembangkan daya kritis terhadap persoalan. Mengusahakan agar mahasiswa tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat apabila menjadi pemimpin nantinya.

Senin, 01 Juli 2013

TUGAS 4 MENCERITAKAN KEGELISAHAN DAN HARAPAN ATAU CITA-CITA

KEGELISAHAN DAN HARAPAN ATAU CITA-CITA

  • Kegelisahan


Kegelisahan yang pernah saya alami adalah pada saat pembagian hasil kelulusan pada saat saya masih SMK. Pada saat itu semua siswa/siswi memakai seragam busana muslim. Kami semua berangkat pada pagi hari. Yang membuat rasa gelisah datang adalah pada saat di kumpulkan ditegah-tengah lapangan dan menunggu pengumuman pembagian kelulusan dan diumumkan bahwa hasil kelulusan akan dibagikan pada pukul 4 sore. Saya dan teman-teman saya menunggu dari pukul 9 pagi. Kami menunggu selama kurang lebih 7 jam untuk menunggu hasil kelulusannya itu yang membuat saya gelisah adalah pada saat menunggu. Dan untuk mengatasi kegelisahan itu adalah dari pihak sekolah mengadakan game atau kuis untuk semua siswa-siswinya untuk mengurangi rasa gelisah,dan jenuh.
Rasa gelisah yang pernah saya alami lagi adalah pada saat menunggu hasil diterima atau tidaknya di Universitas Gunadarma dan cara untuk mengatasinya adalah degan cara bermain game dirumah sambil menunggu panggilan dari Universitas Gunadarma untuk mengambil berkas hasil testingnya.
Rasa gelisah yang saya alami lagi adalah pada saat saya ditinggal oleh kedua orang tua saya pergi dan pada saat itu saya sangat gelisah karena di luar sedang hujan deras. Dan untuk mengatasinya adalah dengan cara menelpon orang tua saya.


  • Harapan atau Cita-Cita

Cita-cita dan harapan saya adalah ingin menjadi seorang profesor. Kenapa saya ingin menjadi seorang profesor? Itu karena saya ingin mengembangkan sumber daya alam yang ada di Indonesia utnuk membuat negara ini menjadi lebih maju lagi terutama dalam bidang teknologi dan Informasi.
Untuk mencapai cita-cita saya adalah dengan cara belajar dengan sungguh-sungguh dan bekerja keras dalam bidang yang ingin dicapai, tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang menyebabkan cita-cita saya menjadi hancur.


TUGAS 3 PENGALAMAN PRIBADI TENTANG MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

PENGALAMAN PRIBADI TENTANG MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB


Dari kecil saya diajarkan rasa bertanggung jawab oleh orang tua saya terhadap apa yang telah saya perbuat. Salah satu tanggung jawab yang diajarkan oleh orang tua saya adalah mengenai nilai di sekolah maupun diperkuliahan. Saya harus bertanggung jawab terhadap nilai tersebut. Apabila mendapatkan nilai yang bagus saya selelu ditanya darimana bisa mendapatkan nilai bagus apakah hasil mencontek ataukah hasil kerja keras sendiri. Dan apabila mendapatkan nilai yang jelek juga ditanya kenapa dapet nilai segini apakah tidak belajar atau tidak paham dengan pelajarannya. Disinilah saya bertanggung jawab terhadap nilai-nilai yang saya dapatkan untuk bisa lebih maju kedepannya. Selain masalah nilai saya juga diajarkan untuk bertanggung jawab terhadap agama yang saya anut yaitu agama islam. Dimana saya harus menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi segala larangannya. Perintah-perintah Allah diantaranya adalah menjalankan solat 5 waktu dan menjalankan puasa dibulan sunat dan puasa wajib. Ini merupakan tanggung jawab yang  sangat berat dalam hidup saya karena godaanya sangatlah besar, dan inilah yang menentukan di alam alhirat nantinya. Tanggung jawab yang berikutnya adalah tanggung jawab terhadap segala perbuatan dan tingkah laku yang saya perbuat selama hidup. Saya harus mempertanggung jawabkan segala perbuatan dan tingkah laku yang saya lakukan sehari-hari seperti tanggung jawab terhadap kesehatan jasmani dan rohani. Tanggung jawab berikutnya adalah membahagiakan orang tua yang sedari saya masih kecil mengasuh dan membimbing serta memberi fasilitas buat saya dan mengajarkan kedisiplinan dan tanggung jawab untuk hidup saya yang lebih baik kedepannya.

TUGAS 2 MEMBUAT PAPER TENTANG MANUSIA DAN CINTA KASIH

MANUSIA DAN CINTA KASIH DENGAN MELIHAT DARI SUDUT PANDANG AGAMA

  •  PENDAHULUAN

Pada hakikatnya manusia selalu di hubungkan dengan cinta dan kasih sayang setiap harinya. Baik itu cinta terhadap pasangan hidupnya maupun antara orang tua dan anaknya dan bahkan cinta terhadap tuhan. Karena hidup tanpa cinta dan kasih sayang hidup akan terasa hampa. Arti cinta sendiri adalah rasa sangat suka atau rasa sangat sayang (kepada) atau (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kasih adalah perasaan saying atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta dan kasih hamper bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta. Karena itu cinta kasih berarti perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
  •   ISI

Apabila dilihat dari sudut pandang agama islam yaitu Cinta memegang peran penting dalam kehidupan manusia, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan keluarga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat dimasyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab, begitu pula cinta adalah pengikat yang kokoh antara manusia dan Allah swt dehingga manusia menyembah Allah swt dengan ikhlas, mengikuti perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya dan berpegang teguh pada syariat-Nya.
Dalam kitab suci Alqur’an, ditemui fenomena cinta yang bersembunyi di dalam jiwa manusia. Cinta memiliki tingkatan – tingkatan: tinggi, menengah, dan rendah.
Cinta tingkat tertinggi adalah cinta kepada Allah, Rasulullah dan berjihad di jalan Allah. Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, suami/istri dan kerabat. Cinta tingkat rendah adalah cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta dan tempat tinggal.
Bagi setiap orang Islam yang bertakwa, sudah menjadi keharusan bahwa cinta kepada Allah, pada Rasulullah, dan berjihad si jalan Allah adalah cinta yang tidak ada duanya. Hal ini merupakan keteguhan iman dan keharusan dalam islam. Bahkan itu pendorong utama dalam menunjang tinggi agama.
Hikmah cinta sangatlah besar. Hanya orang yang diberi kecerdasan oleh Allah sajalah yang mampu merenungkannya. Hikmahnya antara lain:
1.      Cinta merupakan ujian yang amat berat dan pahit dalam kehidupan manusia, karena setiap cinta akan mengalami berbagai macam rintangan, semuanya dapat diketahui setelah mendapatkan rintangan dalam perjalanannya.
2.      Cinta merupakan pendorong atau penyemangat yang paling besar dalam melestarikan kehidupan lingkungan.
3.      Cinta merupakan benih dari segala kasih sayang dan segala bentuk persahabatan dimanapun adanya.
Ø  Cinta Menurut Ajaran Agama
Dalam kitab suci Al-qur’an  terdapat berbagai bentuk cinta antara lain :
    1. Cinta Diri
Cinta diri erat kaitannya dengan dorongan menjaga diri. Manusia senang untuk tetap hidup, mengembangkan potensi dirinya, dan mengaktualisasikan diri. Ia juga mencintai segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan pada dirinya. Sebaliknya, ia membenci segala sesuatu yang mendatangkan keburukan pada dirinya.
    2. Cinta Kepada Sesama Manusia
Manusia harus membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya agar dapat hidup dengan penuh keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainnya. Ia juga hendaknya menyeimbangkan cintanya itu dengan cinta dan kasih sayang pada orang lain, bekerja sama dan memberi bantuan kepada orang lain. Al-Qur’an juga menyeru kepada orang-orang yang beriman agar saling cinta mencintai seperti cinta mereka kepada diri sendiri. Dalam seruan itu sesungguhnya terkandung pengarahan agar para mukmin tidak berlebihan dalam mencintai diri sendiri.
    3. Cinta Seksual
Cinta erat kaitannya dengan dorongan seksual. Sebab ialah yang bekerja dalam melestarikan kasih sayang, keserasian dan kerjasama antara suami istri. Islam menyerukan cinta seksual tersebut dengan cara yang sah yaitu perkawinan.
    4. Cinta Kebapakan
Cinta ini terjalin antara seorang bapak dengan anak-anaknya yang merupakan sumber kebahagiaan, dan kegembiraan baginya, sumber kekuatan dan kebanggaan, dan merupakan faktor penting bagi kelangsungan peran bapak dan kehidupan dan tetap terkenangnya dia setelah ia meninggal dunia. Cinta kebapakan dalam Al-Qur’an diisyaratkan dalam kisah nabi Nuh a.s. Betapa cintanya ia kepada anaknya tampak jelas saat ia memanggilnya dengan penuh rasa cinta, kasih sayang, dan belas kasihan untuk naik ke perahu agar tidak tenggelam ditelan ombak.
    5. Cinta Kepada Allah
Puncak cinta manusia yang paling bening, jernih dan spiritual ialah cintanya kepada Allah dan kerinduannya kepada-Nya. Tidak hanya dalam shalat, pujian dan doa saja, tetapi juga dalam semua tindakan dan tingkah lakunya. Semua tingkah laku dan tindakannya ditunjukan kepada Allah, mengharapkan penerimaan dan ridha-Nya.
“Katakanlah:”Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah maha pengampun lagi maha penyayang” (QS.Ali Imran,3:31)
    6. Cinta Kepada Rasul
Cinta kepada rasul menduduki peringkat kedua setelah cinta kepada Allah. Ini karena rasul merupakan ideal sempurna bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat luhur  lainnya. Seorang mukmin yang benar-benar beriman pasti akan mencintai Rasulullah dengan sepenuh hati, karena ialah yang telah berjuang dengan penuh kesulitan sehingga Islam tersebar diseluruh penjuru dunia dan membawa manusia dari kekelaman kesesatan menuju cahaya petunjuk.
  •  PENUTUP

Jadi cinta kasih sangatlah penting bagi kehidupan manusia. Dimana manusia akan sangat membutuhkan rasa cinta dan kasih sayang di dalam hidupnya. Terutama cinta kepada Tuhan-Nya.
  •  DAFTAR PUSTAKA

  1. www.perpustakaanonline.com

TUGAS 1 RESENSI PUISI

Penantian Kemeja Tua
Karya: Deddy Firtana Iman

Kain perca terbuang percuma
Di sini aku mewujudkan ruh impian kehangatan
Pada rongga-rongga lipatan ketulusan empat segi
Menerawang pada ujung pangkal leherku
Terus mengikat kemolekan seuntai bunga terselip di dada

Aku menatapnya penuh resah
Si tua yang menuai kesakitan
Menunggu bunga bermekaran di tubuh perjuangannya
Tersungkur dan terseok-seok
Kepiluan itu terjangkit memanaskan otakku
Sebagai anaknya

Semoga wujudku menyatu pada sehelai benangmu
Merapat sedekat kulitku, menyatu melipatkan tubuhku
Sehingga wujudku tersembunyi di balik kelembutanmu

Kemeja tua
Terlupakan karena umurmu yang telah meninggi
Terkunci pada lemari gudang-gudang kebencian penguasa jalanan
Dan aku menangisi memuliakan para veteran
Terbatuk-batuk di pojok kamarnya
Sebentar lagi, mungkin dia akan meninggal

Selamat jalan ayahku
Kau adalah pejuang dalam batinku

            Resensi Puisi
Keindahan untaian kata, imajinasi, nada, makna, tema, amanat, dan suasana ada pada puisi karya Deddy Firtana Iman. Inilah makna yang terkandung dalam puisi Penantian Kemeja Tua yang akan  saya coba untuk memahami makna dan dapat diambil tema sekaligus amanat. // Kain perca terbuang percuma // Di sini aku mewujudkan ruh impian kehangatan// penulis mengawali untaian katanya dengan ingin mencapai suatu yang ia rindukan selama ini. // Pada rongga-rongga lipatan ketulusan empat segi // Menerawang pada ujung pangkal leherku // Terus mengikat kemolekan seuntai bunga terselip di dada//. Mencoba melepaskan penat rindu selama ini yang tersimpan di dada, hanya mampu menahan dan belum sempat menyatakan dalam geraknya.
Cukup sulit memahami puisi dengan keseluruhan karena setiap pembaca mempunyai makna tersendiri. Sang penulis puisi kembali memprkuat kerinduannya pada bait selanjutnya.
Aku menatapnya penuh resah
Si tua yang menuai kesakitan
Menunggu bunga bermekaran di tubuh perjuangannya
Tersungkur dan terseok-seok
Kepiluan itu terjangkit memanaskan otakku
Sebagai anaknya
            Pada bait kedua ini penulis mencoba menampakkan sedikit penjelasan pada baris satu dan dua // Aku menatapnya penuh resah // Si tua yang menuai kesakitan // dua baris tersebut bisa dikatakan kata kunci pada bait kedua. “Si tua” adalah orang tua yang sedang sakit yang sudah lama hidup dalam perjuangan, // Kepiluan itu terjangkit memanaskan otakku // Sebagai anaknya // saat “Si tua” sedang menuai kesakitan si  anak dapat merasakan kesedihan melihat “si tua” yang berarti ayah.
Semoga wujudku menyatu pada sehelai benangmu
Merapat sedekat kulitku, menyatu melipatkan tubuhku
Sehingga wujudku tersembunyi di balik kelembutanmu
Di sini kita tidak dapat menemukan kata kunci seperti pada bait sebelumnya hingga tidak bisa dengan mudah menemukan makna pada bait tersebut, namun dari bahasa yang di pakai Deddy Firtana Iman menjelaskan bahwa ia sedang mendoakan “si tua” yang sedang menuai kesakitan. Penulis puisi tiada meenaruh kata langsung, melainkan kata imajinasi sehingga setiap pembaca bisa memberikan arti menurut masing-masing. Pemberian arti oleh setiap pembaca memang sudah hal lazim dan penulis pun tidak dapat mengahalaunya. Karena apabila penulis memainkan imajinasi pada karya sastra khususnya puisi akan mempunyai banyak arti. Seperti prinsip dasar sebuah puisi adalah  berkata sedikit mungkin, tetapi mempunyai arti sebanyak mungkin.
Di baris terakhir bait dua terakhir penulis puisi menerangkan bahwa // Sebentar lagi, mungkin dia akan meninggal //. Penggalan bait tersebut dia mengatakan mungkin “si tua” akan meningga, umur yang telah di makan oleh waktu. Alur puisi ini terus berlanjut sampai di bait terakhir // Selamat jalan ayahku // “si tua” yang sudah meninggal, dari bait-bait sebelumnya penulis menggunakan kata “si tua” yang dimaksud adalah sang ayah. Ayah yang menurut Deddy Firtana Iman // Kau adalah pejuang dalam batinku//.

Dari serangkaian cerita dalam puisi tersebut dapat kita simpulkan adalah kisah pilu ketika kehilangan seorang yang sangat dekat dengan kita, seorang yang selalu memberi kita nafkah dari hasil jerit payahnya sendiri. Tema yang terkandung dalam puisi tersebut adalah ketegaran sang anak saat kehilangan ayah tercinta. Amanat yang dapat kita ambil dari puisi tersebut adalah bagaimana kita dapat berlapang dada dengan ikhlas melepaskan seseorang yang disayangi dan dapat mengambil contoh baik dari ayah, karena pemimpin dalam rumah tangga adalah ayah, buka orang orang lain. Ayah adalah sosok yang patut kita beri jempol juga bisa banyak belajar dari keseharian yang dilaluinya, bertanggung jawab terhadap keluarga hingga ayah dapat dikatakankau adalah pejuang batinku. Seperti kata Deddy Firtana Iman dalam Puisi Penantian Kemeja Tua.

TUGAS 1 RESENSI PROSA BARU

Novel Negeri 5 Menara

Resensi Novel Negeri 5 Menara
Penulis: A. Fuadi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Pertama Terbit: 2010
Jumlah Halaman: 424 
Harga : Rp.80.000


Novel yang satu ini bisa dikatakan novel religious kontemporer bertemakan pendidikan yang paling laris dicari pembaca. Novel Negeri 5 Merupakan rangkaian pertama dari trilogy karya A. Fuadi ini. Secara umum, sang penulis mengisahkan pegalaman hidup lima orang pemuda yang menempuh pendidikan di sebuah pesantren terkenal beranama Pesantren Madani atau PM. Kelima tokoh utama tersebut adalah Alif Fikri yang berasal dari Padang, Atang yang berasal dari Bandung Jawa Barat, Raja dari Medan, Dulmajid yang datang dari daerah Sumenep, Said dari kota Mojokerto, dan terakhir Baso yang berasal dari sebuah tempat di Sulawesi Selatan bernama Gowa. Kelima sahabat ini bersama-sama mengarungi kehidupan pendidikan di Pesantren Madani baik itu riang dan gamang, asam dan manis.

Pada mulanya, sang tokoh Alif ingin menjadi sosok intelek seperti Habibie. Ia mengingkan bersekolah di SMA Bukittinggi demi mencapai cita-citanya. Sayangnya, Amak, orang tua Alif tidak mengijinkan hal tersebut. Ia menginginkan Alif menjadi seorang ustad atau pemuka agama sehingga ia berpikir menyekolahkannya di pondok pesantren. Alif sebenarnya berberat hati, tapi pada akhirnya ia menuruti Amak-nya dan melanjutkan pendidikan di Pesantren Madani. Pada mulanya, Alif begitu kaget menjumpai kehidupan di dalam pondok pesantren yang begitu disiplin. Namun seiring berjalannya waktu, ia kemudian ikut lebur di dalamnya bersama sahabat-sahabatnya yang lain. Mereka semua percaya pada sebuah mantra: Man Jadda Wajada yang berarti siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil.
Menurut beberapa pengamat, penulis novel Negeri 5 Menara ini berhasil menggambarkan suasana modern di dalam pesantren yang selama ini dianggap kuno dan kaku serta tidak menarik. Paham mengenai pesantren yang hanya mengajarkan persoalan agama juga seolah hendak dikikis sang penulis. Di dalam novel ini secara tersirat ia memperlihatkan sisi modern pesantren dengan mengisahkan mereka belajar soal seni, bahasa dan juga kewajiban berbahasa Inggris yang tak bisa ditolerir. Sang penulis juga dinilai cerdas menitip kisah humor yang membuat novel berat ini agak sedikit ringan dan renyah untuk dinikmati.

Novel ini banyak dinilai masuk ke dalam novel motivasi seperti Laskar Pelangi milik Andrea Hirata. Banyak yang mengecualikannya dari novel sastra mengacu pada penggunakan kalimat dan gaya bercerita sang penulis yang kurang menggunakan unsur alegori di dalamnya. Meski demikian, novel yang satu ini masuk ke dalam jajaran Best Seller dan berhasil merubah paradigma salah mengenai dunia pesantren. Novel ini direkomendasikan bagi siapapun yang sedang ada di dalam proses untuk mewujudkan cita-cita. Resensi novel Negeri 5 Menara ini hanya mengisahkan sebagian kecil cerita yang tersimpan di dalamnya. Jadi, ada baiknya Anda membeli dan membaca langsung agar bisa memetik hikmah yang lebih dalam.