Sabtu, 17 Oktober 2015

PELANGGARAN PRIVASI SOFTWARE



Pelanggaran Privasi Software

Nadim Kobeissi, seorang programmer sekaligus analis, yang mengetahui adanya potensi pelanggaran privasi ini. Nadim menemukan Windows 8 dikonfigurasi untuk segera memberitahu Microsoft atas seluruh aplikasi yang pengguna install. Tentu hal ini akan membahayakan privasi pengguna sebagai konsumen.
Persoalan itu ditambah dengan status Microsoft sebagai salah satu pusat pengumpulan dan pengambilan data. Status ini membuat Microsoft harus menyerahkan data konsumen yang dijadikan target oleh aparat keamanan dan hukum Amerika Serikat. Kondisi lebih buruk dapat terjadi bila Windows 8 beredar di negara yang dalam kekacauan politik atau menjadi lawan Amerika Serikat.
Bahkan problem ini dapat lebih buruk jika hacker dapat meng-intercept data komunikasi SmartScreen ke Microsoft. Hal itu mengakibatkan hacker dapat mengetahui berbagai aplikasi yang telah pengguna download dan install. Kemungkinan ini terlihat ketika Nadim menemukan bahwa koneksi menuju server Microsoft dari Windows 8 menggunakan SSL v2. SSL v2, menurut informasi Gizmodo.com (24/08), dikenal memiliki kelemahan keamanan dan rawan intercept.

Ulasan Penulis :
            Melihat kasus di atas, Nadim Kobeissi yang merupakan seorang programmer asal Kanada itu memiliki kecermatan dalam mendeteksi adanya gangguan pada software tersebut. Tentu dengan dikemukakan kecurangan itu, seharusnya pihak yang berwajib, pembuat software dan juga perusahaan harus memperbaiki sistem agar tidak terjadi kecurangan privacy secara luas. Melihat teknologi yang sangat maju, ketika ada software baru yang mulai beredar di kalangan global tentu akan menjadi incaran para pengguna. Bukan hanya keefektifan dan harga yang menjadi daya tarik. Namun kelebihan dan kekurangan software tesebutlah yang juga menjadi daya tarik. Khususnya para programmer yang ada di seluruh dunia.
Bagaimanapun perusahaan tentu menginginkan kestabilan atau bahkan peningkatan dalam penjualan software dan kepercayaan para pengguna di seluruh dunia. Untuk itu bagi para pembuat software untuk meningkatkan keamanan dari software yang dibuat untuk mencegah hacker meng-hack privasi dari software tersebut, agar pemakai software tersebut mendapatkan software yang asli dan bukan yang bajakan. Bagi para pengguna software yang di unduh atau dibeli juga harus pintar-pintar dalam memilih software mana yang bajakan mana yang asli. Di usahakan untuk memakai software yang berlisensi asli dari perusahaan software tersebut guna mencegah para hacker untuk meretas privasi dari software tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar