Rabu, 09 Januari 2013

AGAMA DAN MASYARAKAT


AGAMA DAN MASYARAKAT
Masyarakat adalah suatu sistem sosial yang menghasilkan kebudayaan (Soerjono Soekanto, 1983). Sedangkan agama menurut Kamus Besar bahasa indonesia adalah sistem atau prinsip kepercayaan kepada Tuhan, atau juga disebut dengan nama Dewa atau nama lainnya dengan ajaran kebaktian dan kewajiban-kewajiban yang berkaitan dengan kepercayaan tersebut. Sedangkan Agama di Indonesia memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Hal ini dinyatakan dalam ideologi bangsa Indonesia, Pancasila: “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Sejumlah agama di Indonesia berpengaruh secara kolektif terhadap politik, ekonomi dan budaya
Agama merupakan salah satu prinsip yang (harus) dimiliki oleh setiap manusia untuk mempercayai Tuhan dalam kehidupan mereka. Tidak hanya itu, secara individu agama bisa digunakan untuk menuntun kehidupan manusia dalam mengarungi kehidupannya sehari-hari. Kaitan agama dengan masyarakat banyak dibuktikan oleh pengetahuan agama yang meliputi penulisan sejarah dan figur nabi dalam mengubah kehidupan sosial, argumentasi rasional tentang arti dan hakikat kehidupan tentang tuhan dan kesadaran akan maut menimbulkan religi, dan sila ketuhanan yang maha esa sampai pada pengalaman agamanya para tasauf.
Fungsi agama didalam masyarakat ada beberapa aspek penting yang harus di ketahui yaitu kebudayaan, sistem sosial dan kepribadian. Dari ketiga aspek itu merupakan fenomena sosial yang terejadi dalam perilaku masyarakat. Maka dari itu sebagai acuan teori fungsional uang menjadikan masyarakat sebagai sebuah lembaga yang seimbang. Maka dari itu lembaga sosial yang ada harus kompleks, sehingga setiap perle,bagaan saling berhubungan dan ketergantungan terhadap semua unsur lainnya. Dengan adanya lembaga-lembaga tersebut agama bisa dikatakan sebagai pembentukan perilaku manusia yang telar diatur didalamnya. Manusia didalam masyarakat mempunyai budaya yang terdiri dari ide dan gagasan yang berhubungan dengan interaksi manusia. Maka kebudayaan menentukan situasi dan kondisi bertindak, dan mengatur sistem sosial hingga sarana dan tujuannya.
Dari fungsi agama itu pula terdapat dimensi berupa keyakinan, perbuatan dan juga pengetahuan. Bahwa orang yang religious akan mengikuti anjuran agama dengan baik. Masyarakat industri berpengaruh terhadap aspek kehidupan. Dan seperti sekarang ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat dan canggih hal ini mengakibatkan masyarakat menggunakan metode empirisdalam menanggapi segala masalah yang terjadi di masyarakat yang bersifat sacral. hal ini juga akan berpengaruh terhadap agama. Yang menjadikan pemikiran dan praktek agama serta peranannya menjadi berkurang. Dengan masyarakat modern yang semakin bertambah maka akan menjadikan inlai institusionalisme tetapi agama merupakan aliran-aliran.
Agama begitu universal dan mengatur dalam kehidupan, sehingga bila tidak memahami agama akan sukar memahami masyarakat. Kaitan agama dengan masyarakat dapat mencerminkan 2 tipe yaitu:
1.      Masyarakat yang terbelakang dan nilai – nilai sakral
Masyarakat tipe ini kecil, terisolasi dan terbelakang. Anggota masyarakat menganut agama yang sama. Sifat – sifatnya:
1)      Agama memasukkan pengaruhnya yang sakral ke dalam sistem nilai masyarakat secara mutlak.
2)      Dalam keadaan lembaga lain selain keluarga relatif belum berkembang, dalam hal ini nilai – nilai agama sering meningkatkan konservatsme dan menghalangi perubahan.
2.        Masyarakat – masyarakat praindustri yang sedang berkembang
Keadaan masyarakatnya tidak terisolasi ada perkembangan teknologi yang lebih tinggi daripada tipe pertama. Agam memberikan arti dan ikatan kepada sistem nilai dalam tiap masyarakat ini, tetapi pada saat yang sama lingkungan yang sakral dan yang sekular itu sedikit banyaknya masih dapat dibedakan.
Dari contoh sosial, lembagakeagamaan berkembang sebagai pola ibadah, pola ide – ide, ketentuan dan tampil sebagai bentuk asosiasi atau organisasi. Pelembagaan agama puncaknya terjadi pada tingkat intelektual, tingkat pemujaan (ibadah) dan tingkat organisasi.
Tampilnya organisasi agama adalah akibat adanya “perubahan batin” atau kedalam beragama, mengimbangi perkembangan masyarakat dalam hal alokasi fungsi, fasilitas, produksi, pendidikan dan sebagainya. Agam menuju ke pengkhususan fungsional. Pengaitan agama tersebut mengambil bentuk dalam berbagai corak organisasi keagamaan.
 Agama yang dapat mengatur semua tentang kehidupan bermasyarakat apabila tidak dipelajari maka akan sulit untuk bisa memahaminya, hal yang perlu dijawab adalah mengapa agama itu ada beserta unsur-unsurnya. Kaitan agama dan masyarakat mencerminkan beberapa hal seperti masyarakat yang tidak mengetahui nilai-nilai sacral dan juga masyaakat industry yang sedang berkembang. Keadaan masyarakat yang seperti inidengan perkembangan teknologi yang ada. Agama tidak hanya memberikan dukungan terhadap aktivitas sehari-hari dan juga tentang adat istiadat. Tetapi nilai agama didalam suatu msyarakat merupakanfokus utamanya. Karna agama lebih ke kajian ilmiah bukan hanya sekedar tentang adat istiadat saja. Maka dari itu harus ada pendekatan secara nyata agar penjelasan agama yang mengacu pada tingkah laku harus bersifat ekonimis dan teknologis dan ini tidak bai. Karna tingkah laku apabila dikaitkan denan agama yang banyak menggunakan ilmu dan pengetahuan dari luarjangkauan manusia. Seperti symbol dan keyakinan hal ini nampaknya salah.
 Sebenarnya pandangan ini keliru dengan tingkah laku agama karna sifatnya yang tidak rasional dan harus disimpulkan dengan menggunakan naluri. Malahan tingkah laku agama yang tidak rasional dan pastinya akan memberikan manfaat bagi masyarakat itu sendiri. Agama yang diturunkan melalui wahyu dan tersimpan didalam kitab sucinya didalam isi dari kitab suci tersebut memberikan petunjuk dan pedonman kepada manusia agar manusia yang mau mengikutinya akan selamat baik didunia dan juga di akhirat. Pengalaman tokoh agama juga melahirkan bentuk perkumpulan keagamaan. Yang menjadi organisasi yang terlembaga. Lembaga-lembaga tersebut merupakan pola ide dan juga keyakinan yang timbul dari asosiasi. Misalnya kewajiban ibadah haji (bagi yang mampu) maka munculah lembaga keagamaan mengenai masalah haji tersebut.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar