Rabu, 09 Januari 2013

MASYARAKAT PEDESAAN DAN MASYARAKAT PERKOTAAN (tulisan)


MASYARAKAT PEDESAAN DAN MASYARAKAT PERKOTAAN
Orang desa dan Orang kota kalimat ini selalu disinggung dalam suatu pelapisan sosial masyarakat di indonesia.sebenarnya masyarakat yang hidup di pedesaan tidak begitu berbeda dengan masyarakat yang hidup di perkotaan karena kita tahu bahwa suatu kota tidakan langsung menjadi kota jika belum ada pedesaan,jadi masyarakat perkotaan mayoritasnya adalah orang desa.namun banyak juga yang telah melebur menjadi orang kota dari dampak suatu globalisasi.
Sebenarnya masyarakat pedesaan dan perkotaan memilki tugas masing-masing dalam negara ini,dimana masyarakat pedesaan yang tidak terlalu memikirkan penampilan namun selalu bekerja keras cocok bekerja di bagian produksi. sedangkan masyarakat perkotaan yang lebih terlihat rapih dan lebih condong sebagai pemikir cocok sebagai pengatur dari suatu produksi tersebut. Lingkunganlah yang membuat masyarakat indonesia terdiri dari mayarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan tapi diantaranya memilki kelebihan masing-masing.
Masyarakat adalah keseluruhan hubungan-hubungan dalam kehidupan bersama dan tidak dibatasi oleh lingkungan, bangsa, dan sebagainya. Adanya masyarakat adalah salah satu persyaratan adanya negara secara De Facto. Masyarakat berkembang atau tidak ditentukan dari berjalannya waktu. Dan berdasarkan sejarah antropologi, masyarakat dibagi menjadi dua secara gradual yaitu masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan.
Sebagian masyarakat pedesaan masih memiliki kepercayaan anisme dan dinamisme. Hal ini disebabkan taraf pendidikan yang rendah dan pembangunan yang kurang merata. Pemerintah masih memiliki sistem sentralisasi yang mengakibatkan berbagai pedesaan atau pedalaman tidak merasakan adanya pembangunan. Banyak yang berpendapat ibukota Indonesia yakni Jakarta harus dipindah guna mengurangi akibat sentralisasi yang berkepanjangan. Banyak orang berpendapat seperti ini karena didukung akibat-akibat yang dirasakan.
Masyarakat pedesaan biasanya memiliki sifat kekeluargaan, saling bantu membantu, gotong-royong dan lain-lain. Mereka tidak suka menonjolkan diri dalam artian merasa lebih baik dari yang lain. Dan mereka memiliki kekompakan yang sangat solid dibandingkan dengan masyarakat perkotaan. Seperti yang bisa kita lhat, masyarakat pedesaan pada umumnya masih terika tali persaudaraan di dalam masyarakatnya. Mungkin seseorang mempunyai saudara di dekat rumahnya (tetangga). Maka dari itu masyarakat desa biasanya lebih mementingkan hubungan kekeluargaan daripada persaiangan antar anggota masyarakat terebut. Karna menurut masyarakat pedesaan persaingan dapat merusak hubungan kekeluarhgaan diantara mereka.
Mobilitas sosial di kota jauh lebih besar daripada desa. Banyak kesempatan yang terbuat secara alami karena taraf pendidikan dan pembangunan yang tinggi. Hal tersebut dianggap setara dengan yang terjadi di pedesaan karena biaya hidup yang harus dibayar lebih oleh masyarakat perkotaan. Mobilitas sosial yang besar ini yang terkadang merayu masyarakat pedesaan untuk datang ke kota tanpa mempunyai pengalaman dan pendidikan dan bermodal nekat saja.
Industri-industri sangat cepat bertumbuh di perkotaan. Industri swasta maupun dalam negeri bersaing secara ketat di perkotaan. Keadaan ini memang menguntungkan dari segi administrasi perpajakan tapi tidak dengan polusi dan lingkungan hidup di sekitar industri yang mernghasilkan kira-kira lebih lima puluh persen daripada wilayah pedesaan. Menurut para peneliti geologi, limbah industri adalah salah satu faktor utama penyebab terjadinya polusi besar-besaran yang mengakibatkan hujan asam sering terjadi. Saya mempunyai usul agar pemerintah melarang pembangunan industri bagi swasta asing karena dari industri swasta kita lebih sedikit mendapat keuntungan daripada industri dalam negeri.
Masyarakat perkotaan mereka biasanya tidak mencampurkan antara hal-hal yang bersifat rasional dan emosional. Masyarakat perkotaan iasanya lebih individual, jadi mereka lebih memilih mengurusi kepentingan pribadi daripada harus bergantung dengan orang lain. Karna masyarakat perkotaan tidak seperti masyarakat pedesaan yang menganggap bahwa mereka adalah masih satu keluarga jadi solidaritas diantara masyarakat perkotaan itu kurang, karna banyak sekali persaingan di dalamnya, mereka ingin di puji dan juga dihormati oleh orang lain maka mereka bersaing agar mendapat hal itu semua. Jangankan yang seperti itu mereka dengan tetangga saja bahkan ada yang sampai tidak saling mengenal khususnya perumahan elit yang dihuni oleh orang-orang kaya yang sibuk dengan pekerjaan dan urusan masing-masing sehingga tidak dapat bersosialisasi dan juga bergaul dengan masyarakatnya.
Tidak hanya soal individualistik, biasanya kebanyakan dari masyarakat perkotaan hanya mengejar urusan dan kepentingan dunia dan mengejar apa yang mereka inginkan dan tisa memikirkan kehidupan diakhirat kelak. Dan juga rligiusnya masih kurang dibandingkan masyarakat pedesaan yang menjunjung tinggi ilai-nilai agama. Dan masyarakat perkotaan tidak memperdulikan hal-hal yang berbau dengan agama. Dengan kesibukan dan rutinitas yang padat biasanya masyarakat perkotaan mampu memanage waktunya dengan baik dan teliti sehingga waktu tidak sia-sia.
Dari hal tersebut banyas selkali permasalahan yang terjadi antara masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan. Salah satu masalah yang inhgin saya berikan dan belum terselesaikan hingga saat ini adalah arus urbanisasi. Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial di dalam masyarakat. Jumlah peningkatan penduduk tidak diimbangi dengan lapangan pekerjaan, fasilitas umum, perumahan, aparat hukum, ketersediaan barang pangan dan lain-lain.
 Banyak hal-hal yang menjadi pemicu maraknya arus urbanisasi sekarang ini yaitu diakibatkan oleh lahan pertanian yang semakin sempit, menganggur karna tidak punya pekerjaan didesa, tidak cocok dengan budaya tempat asalnya, terbatasnya fasilitas dan sarana yang ada di desa, ingin melanjutkan sekolah tapi fasilitas dan mutu di desa masih kurang, mengangkat status sosial, adat atau agama lebih longgar. Maka dari itu dari hal-hal diatas dapat menggiurkan masyarakat pedesaan agar beralih untuk hidup di kota dan berharap mempunyai nasib dan kehidupan yang lebih baik disana meskipun berbanding terbalik dengan kenyataan yang ada di kota.
Jadi kegiatan didesa adalah mengolah alam untuk memperoleh bahan mentah baik bahan kebutuhan pangan, sandang, maupun bahan bahan mentah untuk memenuhi kebutuhan pokok manusia. Sedangkan kota mengolah bahan mentah yang berasal dari desa menjadi barang setengah jadi atau mengolahnya sehingga berwujud barang jadi yang dapat segera dikonsumsi.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar